Seharian di Pantai Tanjung Layar, Sawarna: Surga Tersembunyi di Provinsi Banten

Di awal bulan Maret 2016, saya menghubungi kembali salah satu teman sesama alumni SMK untuk menanyakan ajakan dia pada bulan Januari yang lalu untuk pergi berlibur ke Bali, tapi sayangnya dia tidak bisa karena bekerja dan tidak bisa mengambil cuti terlalu lama pada saat itu...

Namun karena Maret adalah bulan libur saya sebagai mahasiswa, saya tidak mau melewatkan bulan ini dengan aktivitas yang biasa-biasa saja. Maka dari itu saya berkata kepada teman saya "Kalo ga bisa lama-lama, cari tempat yang deket-deket aja...." dan teman saya menjawab dengan memberikan 2 tujuan wisata pilihan, yaitu Gunung Pangrango atau Pantai Sawarna.

Saya memilih pantai sawarna, dan kami pun sepakat... Kami mengajak 2 teman lainnya sehingga kami pergi berempat dan akan melakukan perjalanan pada hari Sabtu, 5 Maret 2016....

Oh ya, walaupun banyak orang menyebut pantai sawarna, tapi sebenarnya sawarna itu adalah nama desa yang di dalamnya terdapat 6 pantai yang jaraknya berdekatan, yaitu:
  • Pantai Tanjung Layar
  • Pantai Karang Bokor
  • Pantai Ciantir
  • Pantai Karang Taraje
  • Pantai Legon Pari
  • Pantai Karang Bereum

Nah, tujuan kami adalah Pantai Tanjung Layar, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Sabtu, 5 Maret 2016

Hari yang ditunggu tiba, dari Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, kami berempat berangkat Jam 2 Malam menggunakan 2 sepeda motor (1 motor 2 orang).

Kami melewati Pamulang dan Parung dengan keadaan jalan yang sepi sehingga membuat kami bisa mengendarai motor dengan kecepatan tinggi namun tetap teratur...

Melewati Bogor dan Sukabumi, kami bersyukur cuaca pada malam itu sangat mendukung sekali untuk kita terus melakukan perjalanan dengan sangat lancar dan tanpa macet!. Padahal beberapa hari sebelum kita melakukan perjalanan, Jakarta dan sekitarnya hampir setiap hari turun hujan.

Jalan berlubang kami temui di beberapa titik selama perjalanan sehingga membuat kami harus tetap berhati-hati...

Kami melewati jalan Cikidang Sukabumi dengan jalanan yang di sebelah kiri dan kanannya adalah pepohonan... jurang... keadaan jalanan sepi... naik turun... disertai dengan tikungan yang banyak dan tajam... Ditambah lagi dengan minimnya lampu penerangan yang ada di jalan... dan pada saat itu kabut tebal juga membuat pandangan kita ke depan menjadi sangat amat terbatas...

Perjalanan terus berlanjut hingga pagi hari... sebelum sampai di desa wisata sawarna di sebuah pertigaan jalan kami belok ke kiri, dan ternyata ada sekumpulan orang yang meminta "Uang Partisipasi" atau "Pungutan Liar (PungLi)", kami membayar Rp 5.000 per motornya.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kembali dan semakin dekat dengan tujuan... Tidak jauh dari luar pintu masuk pantai tanjung layar sawarna, kami melihat penjual nasi dan kami berhenti sebentar untuk membeli nasi kuning yang dijualnya seharga Rp 10.000 untuk kami makan nanti di pinggir pantai...

Perjalanan kami lanjutkan kembali dan tidak lama akhirnya tiba di pintu masuk pantai sekitar Jam 7 Pagi, di sana kita diwajibkan membeli tiket masuk pantai seharga Rp 5.000.

Tiba pukul 7 tentu kita tidak bisa melihat sunrise di pantai tanjung layar ini, mungkin kalau kita berangkat jam 12 atau 1 malam dari Jombang menuju desa sawarna, kita bisa sampai dengan tepat sehingga bisa menikmati sunrise.

Levitasi
Levitation fail... hahaha
Setelah makan nasi kuning yang sudah dibeli, kami jalan-jalan sebentar untuk menikmati indahnya pantai tanjung layar sawarna sambil berfoto-foto bergaya levitasi. Air pantai di pagi itu sedang surut sehingga kami bisa melihat jelas batu karang yang berada di pinggir pantai...

Meski begitu, sore harinya pun ketika air pasang, kita tetap bisa melihat batu-batu karang karena airnya bening dan yang membuat saya takjub adalah sangat jarang saya menemukan adanya sampah... (tidak seperti beberapa pantai yang sebelumnya saya kunjungi, banyak sampah, air lautnya juga keruh).

Kalau kamu ingin menikmati suasana pantai dengan pasir putih, kamu bisa berjalanan ke arah kanan dari tempat saya berfoto.

Oh ya, ombak di pantai tanjung layar ini sangat cocok untuk kamu yang hobi berselancar... karena saat saya mengunjungi pantai ini, cukup banyak orang yang melakukan olahraga selancar...

Siang harinya kami tidur untuk istirahat sebentar di bawah pohon menggunakan hammock (tempat tidur gantung) dan tikar yang kami bawa.

Pantai tanjung layar
The hidden paradise...
Sore harinya kami jalan-jalan ke arah kiri dari tempat istirahat kami sebelumnya, dan terlihat dari jauh ada 2 batu besar yang berdiri kokoh begitu indahnya seperti layaknya layar yang ada pada perahu...

Karena airnya sedang surut, kami mencoba mendekati batu tersebut melewati air yang tidak terlalu dalam pada saat itu, ke dalamannya bisa diukur sekitar paha orang dewasa.

Cukup banyak orang yang ingin melihat batu tersebut dari dekat sambil mengabadikannya dengan berfoto-foto.

Deburan ombak Pantai Tanjung Layar
Deburan ombaknya kuat...
Berjalan melewati 2 batu berbentuk layar tersebut, di sana saya melihat birunya air laut yang indah dengan deburan ombak yang cukup besar... Sangat tidak disarankan agar kita tidak terlalu mendekat.

Udaranya sangat amat segar... ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang sangat bersahabat sehingga kita bisa menikmati keindahan alam dengan puas yang Allah ciptakan ini...

Matahari tenggelam
Waiting for sunset...
Sebelum kami pulang, kami menyempatkan diri untuk melihat indahnya sunset.

Sunset di Pantai Tanjung Layar
Beautiful sunset...
Seketika, langit dan air laut semua berubah menjadi warna emas saat sunset yang indah mengalami puncaknya... beruntungnya saya bisa mengabadikan momen ini....

Sayangnya kami tidak bisa terlalu lama di pantai ini, padahal masih banyak objek wisata di desa sawarna yang bisa di explore...

Setelah matahari benar-benar tenggelam, sekitar jam 18:30 kami pulang. Di perjalanan daerah Sukabumi keadaan jalanan pada saat itu ramai lancar sehingga memakan waktu 7 jam perjalanan untuk bisa tiba sampai rumah...

Perincian biaya pengeluaran

  • Isi bensin 4 kali = Rp 90.000
  • Pungutan liar = Rp 5.000
  • Nasi kuning = Rp 10.000
  • Tiket masuk = Rp 5.000
  • Kamar mandi di pinggir pantai = Rp 3.000
  • 4 botol air mineral 1500 ml dan roti di indomaret yang berada di luar pintu masuk pantai tanjung layar, sawarna = Rp 29.000
  • Nasi goreng = Rp 12.000
  • TOTAL = Rp 154.000

Tips & trik

  • Kalau ingin terhindar dari kemacetan, berangkatlah di antara jam 12 dan 1 malam, sehingga bisa sampai lebih cepat dan bisa menikmati indahnya sunrise di sana.
  • Kalau kamu menggunakan motor, akan lebih baik tidak menggunakan motor matic, walaupun bisa tapi sangat sulit ketika menghadapi jalanan yang sangat menanjak.
  • Pastikan kendaraan yang ingin kamu gunakan dalam keadaan prima.
  • Karena perjalanan terbilang jauh dari Jakarta menuju desa sawarna, ketika tiba di sana, disarankan untuk kamu menginap selama beberapa hari agar bisa menikmati berbagai objek wisata dan pantai yang ada di sana.
  • Penginapan atau Homestay di sana sangat banyak dan bervariasi. Kalau kamu ingin selalu berada di dekat pantai, di sana ada beberapa saung di pinggir pantai yang disewakan pemilikinya dengan harga mulai dari Rp 100.000 per harinya.

Perjalanan kami dari Jombang, Tangerang Selatan menuju desa sawarna lebak banten, tidak bisa dipungkiri memang cukup melelahkan... Tapi itu semua sudah terbayarkan saat kami bisa bersantai-santai sambil melihat begitu indahnya pantai tanjung layar ini yang bersih dan nyaman... Happy traveling!